Pembuatan Video Promosi Potensi Pariwisata Bangli Oleh Jegeg Bagus Bangli 2016

  • 24 Juni 2016
PEMBUATAN VIDEO PROMOSI POTENSI PARIWISATA BANGLI OLEH JEGEG BAGUS BANGLI 2016

Dalam rangkaian kegiatan pemilihan Jegeg Bagus Bali 2016, setiap perwakilan Jegeg Bagus Kabupaten/Kota diwajibkan membuat video promosi potensi Pariwisata di masing-masing daerah. Jegeg Bagus Bangli sebagai perwakilan Kabupaten Bangli mengangkat potensi air terjun yang ada di Bangli yaitu Air Terjun Tukad Cepung, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku Kabupaten Bangli.

Kegiatan diawali dari salah satu objek baru di Desa Antugan, Tembuku yaitu Anjungan Tukad Melangit (ATM) yang mengandalkan panorama tebing Tukad Melangit yang indah. Tempat ini sudah cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik, dari kalangan SMP, SMA/SMK di sekitar Kabupaten Bangli dan juga dari luar Bangli. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan video di areal air terjun Tukad Cepung Tembuku, Bangli.  Selama perjalanan wisatawan akan disuguhi dengan pemandangan ladang dan kebun warga serta juga aliran air deras yang sangat jernih sampai terlihat dasarnya yang merupakan aliran irigasi persawahan di sekitar tempat itu. Setelah melewati jembatan kecil kita akan menuruni tebing untuk mencapai sungai dan tempat penglukatan, kemudian barulah kita akan menemukan air terjun Tukad Cepung. Pembuatan video dilakukan dengan arahan dari Jro Mangku Prajapati di tempat ini selama kurang lebih 3 jam.

Jegeg Bagus diharapkan mampu menjadi duta Kabupaten/Kota khususnya dan Bali pada umumnya  di tingkat Nasional bahkan Internasional, karena Jegeg Bagus  merupakan cerminan masyarakat khususnya bagi remaja Bali ke depan. Kegiatan ini  sangat baik sebagai salah satu wahana untuk membina generasi muda yang nantinya akan mewarisi serta bertanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai hakiki dan luhur ajaran agama, adat istiadat, seni dan budaya bangsa. Jegeg Bagus dan para generasi muda lainnya, untuk memulai menjaga dan melestarikan alam dan budaya Bali dari aspek kebersihan, kehijauannya, kelestarian, mengingat kehidupan perekonomian masyarakat Bali bergerak dari sektor pariwisata. 

  • 24 Juni 2016

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita